BOJONEGORO, Jumat, 16 Oktober 2026 – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro secara resmi membuka kegiatan Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) Tahun 2026 di Stasiun 1 Kwarcab Bojonegoro dan Stasiun 2 SMK N 1 Ngr
Kwarcab
Bojonegoro Resmi Buka JOTA-JOTI 2026, Dorong Pramuka Kuasai Teknologi dan
Komunikasi Digital
BOJONEGORO,
Jumat, 16 Oktober 2026 – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro
secara resmi membuka kegiatan Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the
Internet (JOTI) Tahun 2026 di Stasiun 1 Kwarcab Bojonegoro dan Stasiun 2 SMK N
1 Ngraho, Jumat (16/10/2026). Pembukaan dilakukan oleh Sekretaris Cabang
Kwarcab Bojonegoro, Kak Bangun Setiyawan Nugroho, M.Pd., yang hadir mewakili
Ketua Kwarcab Bojonegoro, Kak Dra. Hj. Nurul Azizah, MM
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kwarcab Bojonegoro yang diwakili Sekretaris Cabang Kwarcab Bojonegoro, Andalan Cabang Urusan Pembinaan Anggota Muda Kwarcab Bojonegoro, Ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Bojonegoro, Dewan Kerja Cabang (DKC) Bojonegoro, serta seluruh peserta JOTA-JOTI 2026.
Kegiatan JOTA-JOTI 2026 di Kabupaten Bojonegoro diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai satuan pendidikan. Sebanyak 264 peserta mengikuti kegiatan di Stasiun 1 Kwarcab Bojonegoro, sementara 153 peserta lainnya mengikuti kegiatan di Stasiun 2 yang berlokasi di SMK Negeri 1 Ngraho. Dengan demikian, total peserta yang mengikuti kegiatan JOTA-JOTI 2026 di kedua stasiun tersebut mencapai 417 orang dan JOTA JOTI menjadi salah satu wadah pembinaan anggota Gerakan Pramuka untuk meningkatkan kecakapan, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan komunikasi melalui pemanfaatan teknologi radio dan internet. Selain menjadi ajang silaturahmi dan persaudaraan antaranggota Pramuka, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi di era digital.
Dalam
sambutannya, Kak Bangun Setiyawan Nugroho, M.Pd. menyampaikan harapan agar
JOTA-JOTI dapat menjadi salah satu kegiatan yang mendorong peningkatan
kecakapan anggota Pramuka, khususnya dalam bidang komunikasi dan teknologi
informasi.
Menurutnya,
dalam Gerakan Pramuka terdapat kecakapan umum dan kecakapan khusus. JOTA-JOTI
menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan kecakapan khusus tersebut, karena
peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga
berkesempatan mengenal dan mempraktikkan keterampilan komunikasi menggunakan
radio serta memanfaatkan internet secara produktif.
“Harapannya,
JOTA-JOTI ini menjadi salah satu kegiatan yang dapat menambah kecakapan
adik-adik. Kalau di Pramuka ada kecakapan umum dan kecakapan khusus, maka
kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan kecakapan khusus,”
demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Lebih
lanjut, Kak Bangun menjelaskan bahwa melalui kegiatan JOTA, anggota Pramuka
diharapkan dapat mengenal cara mengoperasikan perangkat radio dan memahami
bagaimana komunikasi dapat dilakukan dalam jangkauan yang luas. Komunikasi
melalui radio tidak hanya terbatas pada antardesa, antarkecamatan, atau
antarkabupaten, tetapi juga dapat menjangkau antarpulau, bahkan antarnegara.
Pengalaman
tersebut diharapkan mampu membuka wawasan peserta mengenai perkembangan
teknologi komunikasi sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu untuk terus belajar.
Dengan memahami cara kerja komunikasi radio, anggota Pramuka dapat
mengembangkan keterampilan teknis, kedisiplinan, ketelitian, serta kemampuan
berkomunikasi dengan orang lain dari berbagai latar belakang dan wilayah.
Sementara
itu, melalui kegiatan JOTI, peserta didorong untuk memaksimalkan pemanfaatan
internet sebagai sarana komunikasi, pembelajaran, dan pengembangan diri.
Internet tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat menjadi sumber
pengetahuan, media untuk bertukar informasi, serta sarana membangun jejaring
persahabatan dan kolaborasi yang lebih luas.
Kak
Bangun juga menyampaikan bahwa pada tahun ini direncanakan peluncuran Satuan
Karya (Saka) rintisan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kwarcab Bojonegoro.
Rencana tersebut diharapkan menjadi langkah lanjutan dalam memberikan ruang
pembinaan bagi anggota Pramuka yang memiliki minat terhadap bidang komunikasi,
teknologi informasi, dan dunia digital.
Keberadaan
Saka rintisan Kominfo diharapkan dapat memperkuat pembinaan kecakapan anggota
Pramuka agar lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan demikian, keterampilan
yang diperoleh melalui JOTA-JOTI tidak berhenti setelah kegiatan selesai,
melainkan dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran dan praktik pada
kesempatan berikutnya.
Dalam
sambutannya, Kak Bangun turut menekankan pentingnya tindak lanjut setelah
pelaksanaan JOTA-JOTI. Ia berharap para peserta mampu menerapkan pengetahuan
dan pengalaman yang diperoleh, terutama dalam menggunakan internet secara
positif, bijak, dan bertanggung jawab.
Pemanfaatan
gadget dan internet, menurut pesan yang disampaikan, perlu diarahkan pada
hal-hal yang memberikan dampak positif bagi kehidupan dan masa depan generasi
muda. Anggota Pramuka diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar,
meningkatkan keterampilan, mencari informasi yang bermanfaat, mengembangkan
kreativitas, serta menghasilkan karya yang dapat memberikan kontribusi bagi
lingkungan sekitar.
Dengan
demikian, teknologi digital tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga
menjadi alat untuk meningkatkan kualitas diri dan membuka peluang di masa
depan. Tantangannya bukan sekadar mampu menggunakan gadget atau mengakses
internet, melainkan bagaimana mengoptimalkan teknologi tersebut agar manfaatnya
lebih besar daripada dampak negatifnya.
Pesan
tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kecakapan digital perlu disertai
dengan karakter, etika, dan tanggung jawab. Anggota Pramuka harus mampu memilah
informasi, menjaga perilaku saat berkomunikasi di ruang digital, serta
menggunakan teknologi sesuai kebutuhan dan tujuan yang bermanfaat.
Melalui
pelaksanaan JOTA-JOTI 2026, Kwarcab Bojonegoro berharap lahir anggota Pramuka
yang tidak hanya terampil dalam komunikasi radio dan pemanfaatan internet,
tetapi juga memiliki kesadaran untuk menggunakan teknologi secara cerdas dan
produktif. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari pengembangan kecakapan
khusus yang dapat terus diasah melalui berbagai kegiatan pembinaan di
lingkungan Gerakan Pramuka.
Dengan
semangat belajar, berinovasi, dan mempererat persaudaraan, JOTA-JOTI 2026
menjadi kesempatan bagi Pramuka Bojonegoro untuk mempersiapkan diri menghadapi
perkembangan zaman sekaligus memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai bekal
meraih masa depan yang lebih baik.
Penulis
: Sandy Eko Prastyo