BOJONEGORO — Kelompok Kerja Gugus (PKG) Cahaya Mentari Kecamatan Bojonegoro berkolaborasi dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pembina Pramuka Prasiaga bagi guru TK dan pendidik KB-TPA-SPS se-
PKG
Cahaya Mentari Berkolaborasi dengan Kwarcab Bojonegoro Gelar Orientasi Pembina
Pramuka Prasiaga
BOJONEGORO — Kelompok Kerja Gugus (PKG)
Cahaya Mentari Kecamatan Bojonegoro berkolaborasi dengan Kwartir Cabang
(Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Orientasi
Pembina Pramuka Prasiaga bagi guru TK dan pendidik KB-TPA-SPS se-Kecamatan
Bojonegoro.
Kegiatan
tersebut menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan,
serta kompetensi para pendidik dalam mengenalkan pendidikan kepramukaan kepada
anak usia dini. Melalui kegiatan Pramuka Prasiaga, peserta dibekali pemahaman
mengenai bagaimana nilai-nilai kepramukaan dapat diperkenalkan kepada anak
melalui aktivitas yang menyenangkan, edukatif, kreatif, serta disesuaikan
dengan karakteristik dan tahapan perkembangan anak usia dini.
Orientasi
tersebut diikuti oleh 103 guru TK dan pendidik KB-TPA-SPS se-Kecamatan
Bojonegoro. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian
kegiatan yang diberikan oleh pemateri. Tidak hanya mendapatkan materi secara
teori, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai bentuk aktivitas Prasiaga
yang nantinya dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di lembaga
masing-masing.
Kegiatan
ini dihadiri oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bojonegoro Kakak
Dra. Hj. Nurul Azizah, MM, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda
sekaligus Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah
Bojonegoro Kak Unsa Hudiana, S.Pd., S.Kom., M.M., Pengawas TK Kecamatan
Bojonegoro Ibu Sri Rejeki, S.Pd., MM, serta Kepala Dinas Pendidikan
Bojonegoro Bapak Drs. EC. M. Anwar Mukhtadlo, M.Si.
Turut
hadir dalam kegiatan tersebut penyelenggara kegiatan dari Pusdiklatcab
Kendalisada Kwarcab Bojonegoro, Ketua IGTKI Kecamatan Bojonegoro Ibu
Siti Nurul Hidayah, S.Pd., Ketua Himpaudi Kecamatan Bojonegoro Ibu Siti
Noor Khasanah, S.Pd., serta Ketua IGABA Ibu Dwi Anjarwati, S.Pd.
Selain
para tamu undangan, kegiatan juga diikuti oleh segenap panitia dan jajaran
pengurus PKG Cahaya Mentari Kecamatan Bojonegoro. Para guru dan pendidik
PAUD/TK serta KB-TPA-SPS se-Kecamatan Bojonegoro mengikuti kegiatan dengan
penuh semangat dan antusias.
Dalam
sambutannya, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bojonegoro, Kak Nurul
Azizah, menyampaikan pentingnya peran pendidik, khususnya para bunda PAUD,
dalam memberikan pendidikan dan pengasuhan kepada anak usia dini. Menurutnya,
pendidik memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak karena proses
pendidikan pada usia dini membutuhkan ketelatenan, kesabaran, serta pendekatan
yang sesuai dengan dunia anak.
Ia
juga menyampaikan pandangannya mengenai banyaknya peserta perempuan dalam
kegiatan tersebut. Menurutnya, para bunda PAUD memiliki ketelatenan dalam
berkomunikasi, memberikan ilmu, sekaligus mendampingi dan mengasuh anak-anak.
"Kenapa
yang mengikuti kegiatan ini adalah bunda PAUD, tidak yang laki-laki? Karena
yang telaten ngomong, telaten memberikan ilmu dan telaten mengasuh, bahkan yang
masuk dari mindset anak-anak adalah ibu-ibu. Bapak-bapak itu kurang
telaten," ujarnya dalam sambutannya.
Pernyataan
tersebut disampaikan untuk menekankan bahwa perempuan, khususnya para ibu dan
pendidik PAUD, mempunyai peran penting dalam proses pembentukan karakter anak
sejak usia dini.
Lebih
lanjut, Kak Nurul Azizah juga menyampaikan sejumlah perhatian Pemerintah
Kabupaten Bojonegoro dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia
menyebut terdapat beberapa agenda tematik yang menjadi perhatian pemerintah
daerah sebagai bagian dari upaya mencari solusi atas berbagai persoalan yang
dihadapi masyarakat.
Salah
satu perhatian tersebut adalah pengurangan angka kemiskinan serta
peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurutnya, peningkatan
kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari peran pendidikan,
kesehatan, serta pembentukan mental masyarakat.
Dalam
bidang pendidikan, ia menyampaikan masih terdapat anak yang belum bersekolah di
Bojonegoro. Jumlah tersebut disebut mengalami penurunan dari sekitar 5.199
anak menjadi sekitar 4.131 anak pada tahun 2026. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa masih diperlukan kerja bersama antara pemerintah, lembaga
pendidikan, pendidik, keluarga, dan masyarakat untuk memastikan setiap anak
memperoleh haknya dalam mendapatkan pendidikan.
Selain
pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian. Ia menyampaikan bahwa
angka stunting di Bojonegoro telah mengalami penurunan dari 14,2 % menjadi
sekitar 12%, dengan harapan angka tersebut dapat kembali ditekan hingga
berada di sekitar 10 %.
Menurutnya,
persoalan kesehatan anak tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi
juga sangat berkaitan dengan pola pengasuhan, pemenuhan gizi, lingkungan
keluarga, serta kualitas pendidikan yang diberikan sejak usia dini. Karena itu,
pendidik PAUD juga mempunyai posisi strategis dalam membantu memberikan
pemahaman kepada anak dan orang tua mengenai pentingnya pola hidup sehat.
Selain
pendidikan dan kesehatan, mental masyarakat juga menjadi perhatian. Kak
Nurul Azizah menyinggung masih adanya persoalan sosial yang perlu mendapat
perhatian bersama, termasuk lingkungan yang kurang sesuai bagi perkembangan
anak dan remaja. Ia juga menyampaikan adanya kekhawatiran terhadap tingginya
angka penderita HIV/AIDS di Bojonegoro yang disebut mencapai 4.251 kasus.
Menurutnya,
berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja.
Diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan,
organisasi masyarakat, keluarga, serta para pendidik yang setiap hari
berinteraksi langsung dengan anak-anak.
Dalam
konteks tersebut, kegiatan Pramuka Prasiaga dinilai dapat menjadi salah satu
sarana untuk membantu menanamkan nilai-nilai positif kepada anak sejak usia
dini. Pendidikan kepramukaan tidak harus diberikan dalam bentuk kegiatan yang
berat, tetapi dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak melalui
permainan, bernyanyi, kegiatan kelompok, mengenal lingkungan, serta aktivitas
sederhana lainnya.
Dalam
kegiatan orientasi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pembinaan
Prasiaga, termasuk pengenalan konsep kegiatan kepramukaan yang dapat
diterapkan secara sederhana dalam proses pendidikan anak usia dini. Materi
diberikan dengan pendekatan yang menekankan pada kegiatan bermain sambil
belajar sehingga anak tetap merasa nyaman dan senang.
Melalui
kegiatan Prasiaga, anak diharapkan mulai mengenal berbagai nilai karakter,
seperti kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, keberanian,
kepedulian, serta kecintaan terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut dapat
ditanamkan melalui aktivitas sederhana yang dilakukan secara berulang dalam
kehidupan sehari-hari.
Para
pendidik juga diharapkan mampu mengembangkan kegiatan yang tidak hanya menarik
bagi anak, tetapi juga memiliki tujuan pendidikan yang jelas. Dengan demikian,
kegiatan Prasiaga bukan sekadar permainan, tetapi menjadi bagian dari proses
pembentukan karakter anak.
Kolaborasi
antara PKG Cahaya Mentari dan Kwarcab Bojonegoro diharapkan semakin memperkuat
sinergi antara pendidikan anak usia dini dan Gerakan Pramuka. Kerja sama
tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya memperkenalkan pendidikan
karakter sejak anak berada pada tahap awal perkembangan.
Bagi
para pendidik, kegiatan orientasi ini menjadi kesempatan untuk bertukar
pengalaman dan mendapatkan inspirasi dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran
yang lebih kreatif. Pengetahuan yang diperoleh selama orientasi diharapkan
dapat diterapkan kembali di masing-masing lembaga sehingga manfaat kegiatan
tidak berhenti pada peserta, tetapi juga dapat dirasakan oleh anak-anak didik.
Kegiatan
tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membangun pemahaman bahwa pendidikan
karakter perlu dilakukan secara konsisten dan dimulai sedini mungkin. Anak-anak
pada usia dini berada pada tahap perkembangan yang sangat penting, sehingga
pengalaman positif yang diberikan oleh orang tua dan pendidik dapat menjadi
dasar bagi pembentukan sikap dan kebiasaan mereka di masa mendatang.
Dengan
adanya pembinaan Prasiaga, para pendidik diharapkan semakin percaya diri dalam
menghadirkan kegiatan kepramukaan yang ceria, aktif, kreatif, edukatif, dan
menyenangkan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat anak mengenal
nilai-nilai kepramukaan tanpa merasa terbebani.
Orientasi
Pembina Pramuka Prasiaga yang diikuti 103 pendidik tersebut pada akhirnya tidak
hanya menjadi kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi juga menjadi bagian dari
upaya bersama dalam mempersiapkan generasi Bojonegoro yang memiliki karakter
kuat, mandiri, peduli terhadap sesama, mampu bekerja sama, serta memiliki
kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui
sinergi antara PKG PAUD Cahaya Mentari,
Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro, lembaga pendidikan, pendidik, dan berbagai
pihak terkait, pendidikan kepramukaan diharapkan dapat semakin dekat dengan
dunia anak usia dini dan menjadi salah satu sarana dalam membangun generasi
yang berkarakter sejak masa awal pertumbuhan.
Penulis:
Sandy Eko Prastyo