BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sinkronisasi dan Penyelarasan Program Kepramukaan Lintas Sektor Kabupaten Bojonegoro, Selasa (3/11/202
Dinpora
dan Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro Bersinergi Perkuat Program Kepramukaan
melalui FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)
BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro
melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) menyelenggarakan kegiatan Focus
Group Discussion (FGD) Sinkronisasi dan Penyelarasan Program Kepramukaan
Lintas Sektor Kabupaten Bojonegoro, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini menjadi
langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan koordinasi antarperangkat daerah
serta pemangku kepentingan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan
kepramukaan di Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan
yang berlangsung di Ruang Rapat Angling Darma Lantai 2, Gedung Pemerintah
Kabupaten Bojonegoro ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro
sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro, Kak Dra.
Hj. Nurul Azizah, MM; Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora), Kak Arief
Nanang Sugianto, S.STP., MM; Kepala Bidang Kepramukaan, Kak Flora; Ketua Harian
Kwarcab Bojonegoro, Kak Hanafi; Sekretaris Cabang, Kak Bangun S.N.; Kepala
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Kapusdiklatcab) Kendalisada, Kak M.
Dji'an; serta Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda, Kak Unsa Hudiana.
Turut
hadir pula jajaran pengurus Kwarcab Bojonegoro, Dewan Kerja Cabang (DKC), para
Pimpinan Satuan Karya (Pinsaka), serta seluruh Ketua Kwartir Ranting (Kwarran)
dan Ketua Gugus Depan (Gudep) se-Kabupaten Bojonegoro. Kehadiran berbagai unsur
tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi dan
menyelaraskan program pembinaan kepramukaan di seluruh wilayah Kabupaten
Bojonegoro.
Acara
diawali dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan
dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro, Kak Arief Nanang Sugianto, S.STP.,
MM. Dalam laporannya, beliau menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan FGD ini
adalah melakukan sinkronisasi kalender dan program kegiatan kepramukaan agar
seluruh program yang telah menjadi tujuan bersama dapat terlaksana dengan baik,
tepat sasaran, dan sesuai dengan perencanaan.
Lebih
lanjut, Kak Arief menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting
untuk memastikan adanya keselarasan langkah, menyatukan gagasan, serta
mempererat komitmen bersama di antara seluruh pihak yang terlibat dalam
pembinaan kepramukaan. Dengan adanya koordinasi dan sinergi lintas sektor,
diharapkan penyelenggaraan pembinaan kepramukaan semakin relevan dengan
perkembangan zaman, mampu menjawab berbagai kebutuhan generasi muda, serta siap
menghadapi tantangan pada masa mendatang.
Selanjutnya,
kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro sekaligus Ketua
Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro, Kak Dra. Hj. Nurul Azizah, MM.
Dalam
sambutannya, Kak Nurul Azizah menceritakan pengalaman pribadinya saat mulai
mengenal Gerakan Pramuka ketika masih menjabat sebagai camat. Ketertarikannya
terhadap dunia kepramukaan tumbuh melalui ajakan dan pengaruh positif dari
sosok guru sekaligus pembina Pramuka, yaitu Kak Hanafi.
Pengalaman
tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa Gerakan Pramuka memiliki daya tarik
dan pengaruh positif dalam membangun karakter, memperluas wawasan, serta
menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Beliau juga
menyampaikan bahwa saat ini banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di
lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang menunjukkan ketertarikan untuk
menjadi Pembina Satuan Karya (Pinsaka). Hal ini menunjukkan semakin terbukanya
peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka dalam
mengembangkan pembinaan generasi muda melalui berbagai bidang keahlian.
Dalam
kesempatan tersebut, Kak Nurul Azizah juga mengapresiasi peran dan kepedulian
Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro dalam membantu masyarakat yang mengalami
kesulitan air bersih akibat kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten
Bojonegoro. Beliau menyampaikan bahwa di tengah kondisi kekeringan yang melanda
beberapa wilayah, Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro hadir secara langsung
melalui aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 176.000
liter yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Menurutnya,
langkah tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Gerakan Pramuka terhadap
kondisi dan kebutuhan masyarakat. Gerakan Pramuka tidak hanya berperan dalam
kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, tetapi juga harus hadir
memberikan manfaat serta mengambil bagian dalam membantu mengatasi berbagai
persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Lebih
lanjut, Kak Nurul Azizah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro
saat ini memberikan perhatian terhadap sejumlah sektor prioritas, di antaranya
kesehatan dan pertanian. Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki potensi besar
untuk turut berkontribusi dalam mendukung program-program tersebut melalui
pembinaan anggota yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah.
Dalam
bidang pertanian, beliau turut menyoroti capaian Kabupaten Bojonegoro sebagai
salah satu daerah penyumbang produksi pangan terbesar di Jawa Timur.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutannya, produksi padi Bojonegoro
yang sebelumnya berada di angka sekitar 710.000 ton kini meningkat menjadi
sekitar 886.000 ton. Capaian tersebut merupakan hasil kontribusi dan kerja sama
berbagai pihak, mulai dari pemerintah, petani, penyuluh, hingga seluruh elemen
masyarakat.
Melalui
penyampaian tersebut, beliau mengajak agar Gerakan Pramuka tidak hanya berfokus
pada kegiatan kepramukaan di lingkungan gugus depan, tetapi juga mampu
mengambil peran lebih luas dalam mendukung pembangunan daerah. Keberadaan
Satuan Karya Pramuka (Saka) diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan
keterampilan dan pengetahuan anggota Pramuka sesuai dengan bidang
masing-masing, seperti kesehatan, pertanian, lingkungan hidup, dan sektor
lainnya.
Kegiatan
FGD ini diharapkan menjadi wadah untuk membangun kesamaan persepsi, memperkuat
koordinasi, serta menyelaraskan program kepramukaan dengan kebijakan
pembangunan daerah. Dengan adanya sinergi lintas sektor, berbagai potensi dan
sumber daya yang dimiliki perangkat daerah dapat dioptimalkan untuk mendukung
pendidikan kepramukaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Melalui
kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kwarcab Gerakan Pramuka
Bojonegoro, seluruh Kwartir Ranting, Gugus Depan, dan perangkat daerah, Gerakan
Pramuka diharapkan semakin berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang
berkarakter, mandiri, disiplin, memiliki keterampilan, serta mampu memberikan
kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten
Bojonegoro.