BOJONEGORO – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro menggelar kegiatan pendampingan dan pembekalan teknis bagi Kontingen Kabupaten Bojonegoro yang akan mengikuti Lomba
Dinpora
Bersama Kwarcab Bojonegoro Matangkan Kesiapan Kontingen LT-IV Jatim 2026
BOJONEGORO
– Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro bersama Kwartir
Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro menggelar kegiatan pendampingan dan
pembekalan teknis bagi Kontingen Kabupaten Bojonegoro yang akan mengikuti Lomba
Tingkat IV (LT-IV) Gerakan Pramuka Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan tersebut
dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di Kantor Kwarcab Gerakan
Pramuka Bojonegoro.
Kegiatan
ini bertujuan untuk mematangkan kesiapan kontingen sekaligus mengoptimalkan
potensi dan capaian prestasi Pramuka Bojonegoro dalam ajang LT-IV Jawa Timur.
Melalui koordinasi antara Dinpora, Kwarcab, tim pelatih, dan pendamping teknis,
diharapkan seluruh persiapan dapat berjalan secara terarah dan maksimal.
Hadir
dalam kegiatan tersebut Kak Flora Agrishinta selaku Kepala Bidang Kepramukaan
Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro beserta jajarannya,
Sekretaris Cabang Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro Kak Bangun Setiyawan
Nugroho, Andalan Cabang Urusan Anggota Muda Putra Kak Fahim, serta seluruh
peserta LT-IV dari SMP Negeri 1 Bojonegoro dan SMP Negeri 1 Sukosewu.
Dalam
kesempatan tersebut, Kak Bangun menyampaikan bahwa Ketua Kwarcab Gerakan
Pramuka Bojonegoro, Kak Nurul Azizah, belum dapat hadir dalam kegiatan
tersebut. Namun, beliau menitipkan pesan dan dukungan kepada seluruh peserta
agar mengikuti pembekalan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal menghadapi LT-IV
Jawa Timur 2026.
Kak
Bangun juga menyampaikan bahwa, insyaallah, pada saat pemberangkatan kontingen
LT-IV Jawa Timur 2026 mendatang, para peserta akan diberangkatkan secara
langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro. Dukungan tersebut diharapkan
menjadi motivasi bagi seluruh anggota kontingen untuk mempersiapkan diri secara
optimal, menjaga kekompakan, serta memberikan penampilan terbaik dalam setiap
tahapan perlombaan.
Sementara
itu, Kak Flora Agrishinta menegaskan bahwa keikutsertaan dalam LT-IV bukan
sekadar tentang meraih kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi peserta
untuk mengukur kemampuan, keterampilan, dan kedisiplinan yang telah dilatih
selama masa persiapan.
Menurutnya,
seluruh peserta perlu menjadikan kegiatan ini sebagai ajang pembuktian atas
proses latihan yang telah dijalani. Kedisiplinan, ketangguhan, serta kemampuan
bekerja sama dalam regu harus benar-benar diterapkan, bukan hanya selama
latihan, tetapi juga ketika menghadapi situasi nyata di perkemahan.
Kak
Flora juga menekankan pentingnya kemandirian bagi setiap Pramuka Penggalang.
Ketika mengikuti perkemahan LT-IV, peserta diharapkan mampu mengelola kebutuhan
pribadi, menjaga perlengkapan, melaksanakan tugas, dan menyelesaikan berbagai
tantangan sesuai kemampuan serta aturan yang berlaku tanpa selalu bergantung
kepada pembina. Pembina tetap berperan memberikan arahan dan pendampingan,
tetapi peserta perlu menunjukkan inisiatif, tanggung jawab, dan keberanian
untuk belajar menyelesaikan persoalan secara mandiri.
Selain
itu, Kak Flora mengingatkan agar nilai-nilai dasar kepramukaan, khususnya Satya
dan Darma Pramuka, senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut hendaknya tidak berhenti sebagai hafalan, melainkan
diwujudkan melalui sikap disiplin, kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, sikap
saling menghormati, serta kesediaan membantu sesama. Dengan demikian,
pengalaman mengikuti LT-IV dapat menjadi sarana pembentukan karakter yang
memberikan manfaat bagi diri sendiri, lingkungan sekolah, dan masyarakat.
Melalui
kegiatan pendampingan dan pembekalan teknis ini, diharapkan lahir generasi muda
Bojonegoro yang tangguh, mandiri, berkarakter, serta memiliki daya saing yang
kuat. Pramuka tidak hanya menjadi wadah untuk mengasah keterampilan dan meraih
prestasi, tetapi juga menjadi sarana membentuk generasi yang disiplin,
bertanggung jawab, mampu berkolaborasi, dan siap menghadapi berbagai tantangan
di masa depan.
Harapan
tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Kabupaten Bojonegoro melalui
tagline “Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan.” Generasi muda yang
berkualitas dan berdaya saing diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam
mewujudkan Bojonegoro yang semakin maju, sejahtera, dan membanggakan.
Lomba
Tingkat IV Gerakan Pramuka Penggalang Jawa Timur Tahun 2026 dijadwalkan
berlangsung pada 10–14 November 2026 di Bumi Perkemahan Sumber Boto, Jombang.
Ajang ini menjadi wadah bagi Pramuka Penggalang untuk menunjukkan kemampuan,
kreativitas, kepemimpinan, dan semangat persaudaraan sekaligus mengembangkan
potensi diri di tingkat provinsi.
Melalui
sinergi Dinpora dan Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro, Kontingen Kabupaten
Bojonegoro diharapkan mampu mengikuti LT-IV dengan persiapan yang matang,
menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik daerah. Lebih dari
sekadar mengejar prestasi, pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga
dalam membentuk generasi muda yang unggul, mandiri, berdaya saing, dan
membanggakan.
Penulis:
Sandy Eko Prastyo