Bojonegoro, 6 Januari 2026 – Dalam wujud nyata kepedulian sesama, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Bojonegoro melalui Pramuka Peduli Bojonegoro mengirimkan bantuan bantuan kepada korban banjir dan longsor di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang dan Kabupaten Agam. Aksi solidaritas ini berlangsung tanpa henti selama tiga hari, mulai 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, menjangkau tiga titik penyaluran utama: Koto Tuo (Kota Padang), Maninjau, dan Palembaiyan (Kabupaten Agam).
Ketua tim, Mujahid Farhan selaku Ketua Pramuka Peduli Bojonegoro, bersama Sekretaris Nico Oktavian, memimpin penyaluran bantuan secara intensif. Mereka bergerak di tengah cuaca ekstrem, memastikan paket sembako, pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lainnya sampai ke tangan warga terdampak.
Situasi di Sumatera Barat masih mencekam. Ribuan warga mengungsi di posko-posko bencana untuk menghindari banjir atau longsor susulan. Curah hujan yang tinggi memaksa semua pihak di kawasan bencana untuk selalu waspada.
“Curah hujan masih sangat tinggi, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan. Kami tidak boleh lengah,” kata Mujahid Farhan saat ditemui di lokasi.
Kolaborasi dengan Pramuka Peduli Kwarda Sumatera Barat memastikan bantuan tersalurkan efektif. Tim Bojonegoro menembus medan sulit, dari jalan longsor di Maninjau hingga genangan banjir di Koto Tuo.
Aksi ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah setempat. Di Maninjau, Wali Nagari, menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung. “Kami sangat berterima kasih atas solidaritas Pramuka Bojonegoro. Bantuan ini sangat tepat waktu dan meringankan beban warga kami yang sedang berjuang bertahan. Semoga kolaborasi seperti ini terus terjalin,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Pramuka Peduli Kwarda Sumbar, Yanuar, menambahkan, “Kontribusi Pramuka Peduli dari BojonegoroJawa Timur ini luar biasa. Di tengah keterbatasan logistik, kedatangan mereka seperti angin segar bagi korban di Maninjau dan sekitarnya.”
Mujahid Farhan menyampaikan pesan kuat kepada korban. “Kepada seluruh masyarakat terdampak, mari kita bersama-sama kuat dan sehat menghadapi bencana ini. InsyaAllah, dengan ketabahan itu, bencana dapat kita lalui,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan salam dari Ketua Kwarcab Pramuka Bojonegoro, Nurul Azizah. “Ibu Nurul menyampaikan salam dan doa. Semoga bantuan dari Pramuka Bojonegoro meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Mujahid.
Nico Oktavian menambahkan, “Kami bekerja sama erat dengan Pramuka Sumbar untuk memetakan kebutuhan. Ini bukti Gerakan Pramuka selalu siaga.”
Bencana ini telah merenggut nyawa puluhan orang dan mengungsi ribuan keluarga, data BPBD Sumbar. Di Palembaiyan, longsor menghancurkan rumah; di Padang, banjir melumpuhkan kota.
Aksi Pramuka Peduli Bojonegoro menjangkau ratusan keluarga. Inisiatif ini memperkuat jaringan kemanusiaan nasional, membuktikan Pramuka bukan hanya penggerak pemuda, tapi penyelamat di saat genting.
Solidaritas seperti ini mengingatkan kita: musim hujan uji ketangguhan, tapi persatuan jadi benteng utama. Kwarcab Bojonegoro beri contoh nyata.


