PUSDIKLATCAB KENDALISADA KWARCAB BOJONEGORO GELAR PENYEGARAN PELATIH PEMBINA PRAMUKA

Pusdiklatcab Kendalisada Kwarcab Bojonegoro laksanakan Penyegaran Pelatih Pembina Pramuka yang bertempat di GOR Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro pada Jumat s.d Sabtu, 13 s.d 14 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pelatih dalam memperkuat kapasitas dan peran strategis mereka dalam melatih para Pembina Pramuka di Gugus Depan dan Satuan Karya Pramuka. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Drs. H. Hanafi, MM selaku Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bojonegoro, M. Dji’an S, M.Pd selaku Kapusdiklatcab Kendalisada, Bangun Setiyawan Nugroho selaku Sekretaris Kwarcab & A. Shodiqurosyad selaku Andalan Cabang Pramuka Membanggakan, serta jajaran pengurus & pelatih Pusdiklatcab Kendalisada Kwarcab Bojonegoro.

Yasdi, S.E, MM selaku Ketua Pelaksana kegiatan dalam laporannya menyampaikan jumlah peserta kegiatan sebanyak 57 Pelatih Pembina Pramuka. Selain itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk memperbarui pengetahuan dan wawasan para pelatih terhadap perkembangan terkini dalam Gerakan Pramuka, termasuk kebijakan dan arah pembinaan yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Seiring dengan dinamika zaman dan tantangan pembinaan generasi muda yang terus berkembang, pelatih dituntut untuk senantiasa meningkatkan kompetensi, baik dalam aspek metodologi pelatihan, kepemimpinan, manajemen kegiatan, maupun evaluasi pembinaan.

“Peserta kegiatan ini di ikuti oleh 57 pembina Pramuka se-Bojonegoro. Tujuan kegiatan ini adalah untuk terus memperbarui pengetahuan dan wawasan mengenai perkembangan terkini dalam Gerakan Pramuka, termasuk memahami kebijakan dan arah pembinaan yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Menyadari bahwa zaman terus berubah dan tantangan dalam membina generasi muda juga semakin kompleks.” Lapornya

Drs. H. Hanafi, MM selaku Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bojonegoro dalam sambutannya menjelaskan tantangan pembinaan Pramuka di era generasi saat ini yang dikenal sebagai generasi Alfa. Menurutnya, generasi Alfa tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Mereka sangat cepat beradaptasi dengan gadget dan teknologi, bahkan tanpa harus diajari secara khusus sudah mampu mengoperasikannya.

“Generasi saat ini sangat maju dalam hal teknologi. Tanpa diajari pun mereka bisa mengaplikasikan gadget sendiri. Namun, di sinilah peran kita sebagai orang dewasa dan pembina untuk melakukan pengawasan,” ujarnya.

Kak Hanafi menekankan bahwa kemajuan teknologi memiliki dua sisi, yakni dampak positif dan negatif. Oleh karena itu, pengawasan dan pendampingan menjadi hal yang sangat penting agar peserta didik Pramuka tetap mendapatkan nilai-nilai pendidikan karakter yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka.

Lebih lanjut, Kak Hanafi menyampaikan pesan dari Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bojonegoro Dra. Hj. Nurul Azizah, MM tentang peran strategis pelatih dalam sistem pembinaan di Kwarcab Bojonegoro. Pelatih tidak hanya bertugas memberikan materi pelatihan, tetapi juga melakukan pengawasan, pendampingan, serta memastikan para Pembina dan gudep menjalankan proses pendidikan sesuai dengan aturan dan petunjuk penyelenggaraan Kwartir Nasional.

Dalam Gerakan Pramuka, terdapat kurikulum tersendiri yang harus dilaksanakan secara sistematis, yakni melalui Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), & Syarat Pramuka Garuda. Kurikulum tersebut tidak dapat dijalankan secara sembarangan, karena telah menjadi acuan resmi dalam proses pendidikan kepramukaan.

“Pramuka memiliki kurikulum yang jelas, yaitu SKU, SKK, & Garuda. Ini tidak bisa dilaksanakan seenaknya. Harus sesuai aturan dan tahapan yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Melalui kegiatan penyegaran ini, diharapkan para pelatih semakin memahami dinamika generasi masa kini sekaligus mampu memperkuat fungsi kontrol dan pembinaan terhadap para Pembina Pramuka di gugus depan. Dengan demikian, Gerakan Pramuka di Bojonegoro dapat terus berjalan sesuai prinsip, metode, dan tujuan pendidikan kepramukaan.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat sinergi antar pelatih dan pembina, serta menyesuaikan metode pendidikan Pramuka dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.

Penulis : Durrotun Nafisah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *