Kwarcab Bojonegoro
Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bojonegoro
arrow_back Publikasi / Prestasi

Literasi Camp Pramuka SMAN 1 Sugihwaras, Melahirkan Penulis Muda dan Tiga Buku Antologi

person Febria Putri Cahaya
calendar_today 22 July 2026
Literasi Camp Pramuka SMAN 1 Sugihwaras, Melahirkan Penulis Muda dan Tiga Buku Antologi

Sugihwaras, Bojonegoro – Rabu, (22/07/2026)Melalui program Literasi Camp, Gugus Depan SMAN 1 Sugihwaras Bojonegoro membuktikan bahwa kegiatan kepramukaan juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan b

Sugihwaras, Bojonegoro – Rabu, (22/07/2026)
Melalui program Literasi Camp, Gugus Depan SMAN 1 Sugihwaras Bojonegoro membuktikan bahwa kegiatan kepramukaan juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan budaya literasi sekaligus melahirkan generasi muda yang kreatif dan produktif dalam berkarya.

Literasi Camp merupakan kegiatan yang memadukan pendidikan karakter, kecintaan terhadap alam, kebersamaan, serta pengembangan kreativitas menulis. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, pada Rabu–Kamis (24–25 Juni 2026), ini diikuti oleh diikuti oleh anggota Pramuka Penegak Bantara dan Laksana, khususnya anggota Dewan Ambalan SMAN 1 Sugihwaras, Bojonegoro.

Dalam pelaksanaannya, peserta diajak untuk belajar melalui pengalaman selama kegiatan perkemahan. Mereka melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar, berdiskusi, berbagi pengalaman, serta merefleksikan berbagai peristiwa yang mereka alami. Pengalaman tersebut kemudian dituangkan ke dalam bentuk tulisan berupa cerita pendek dan puisi.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan kemampuan literasi peserta sekaligus mendorong anggota Pramuka agar berani menyampaikan gagasan melalui sebuah karya. Selain itu, Literasi Camp menjadi sarana untuk menghubungkan nilai-nilai kepramukaan dengan kepedulian terhadap lingkungan, persaudaraan, dan kepemimpinan.

Dari proses tersebut, lahirlah tiga buku antologi karya anggota Dewan Ambalan SMAN 1 Sugihwaras Bojonegoro, yaitu:
Ketika Bumi Mengirim Pesan Singkat, sebuah antologi cerpen bertema kepedulian terhadap lingkungan yang mengajak pembaca untuk lebih mencintai dan menjaga bumi melalui kisah-kisah yang penuh makna.
Jangan Marahi Hujan, kumpulan puisi yang berisi refleksi kehidupan, harapan, serta perjalanan dalam menemukan makna dari berbagai peristiwa yang dialami.
Embun dan Api Unggun, antologi cerpen yang mengangkat nilai persaudaraan, semangat kepramukaan, kepemimpinan, dan kebersamaan yang tumbuh selama kegiatan perkemahan.

Ketiga buku tersebut menjadi bukti bahwa anggota Pramuka Penegak tidak hanya mampu menjadi pemimpin dan berkarya di lapangan, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dan pengalaman melalui sebuah tulisan. Setiap karya menjadi hasil dari proses belajar, refleksi, dan keberanian untuk menyuarakan ide kepada pembaca.

Kepala SMAN 1 Sugihwaras, Bapak Abdul Jalil, M.Pd., turut memberikan apresiasi terhadap lahirnya karya-karya tersebut sebagai bentuk nyata penerapan budaya literasi di lingkungan sekolah. "Pramuka adalah sekolah kehidupan. Ketika semangat kepramukaan dipadukan dengan budaya literasi, lahirlah generasi yang tidak hanya tangguh dalam tindakan, tetapi juga cerdas dalam berpikir dan berkarya. Saya berharap karya-karya ini menjadi inspirasi bagi murid-murid lainnya untuk terus menulis dan mengabadikan gagasan melalui buku."

Melalui Literasi Camp, Gugus Depan SMAN 1 Sugihwaras Bojonegoro menghadirkan wajah baru kegiatan kepramukaan. Api unggun yang menjadi simbol persaudaraan juga menjadi ruang lahirnya ide dan inspirasi, sementara tenda tidak sekadar menjadi tempat beristirahat, tetapi turut menjadi ruang tumbuhnya imajinasi dan kreativitas para penulis muda.

Program ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan budaya literasi dapat berjalan beriringan dalam kegiatan kepramukaan. Melalui alam, peserta belajar tentang kehidupan; melalui pengalaman, mereka menemukan cerita; dan melalui cerita, mereka melahirkan karya yang dapat dibaca dan menginspirasi orang lain.

Bagikan: f tag chat