Lumajang, 24 Desember 2025 – Di tengah musim libur Natal dan Tahun Baru yang seharusnya penuh keceriaan, Gunung Semeru kembali menggelegar dengan letusan yang melumpuhkan kehidupan ribuan warga di lerengnya. Dusun Sumberlangsep, Lumajang, menjadi salah satu titik pengungsian utama bagi korban yang kehilangan rumah, lahan pertanian, dan sumber penghidupan. Namun gelombang kekhawatiran datang dari jauh, yakni dari Bojonegoro, Jawa Timur. Pramuka Peduli Kwarcab Bojonegoro bersama Brigade Penolong 13.22 menyelenggarakan aksi bertajuk Bhakti Bencana Erupsi Semeru.
Aksi ini bukan sekadar penyaluran bantuan semata, melainkan wujud nyata semangat Pramuka yang selalu siap tanggap darurat. Selama tiga hari penuh, Tim Pramuka Peduli Kwarcab Bojonegoro turun langsung ke lokasi pengungsian. Mereka membagikan paket selter pengungsian dan kebutuhan dasar bagi korban terdampak. Tak hanya itu, relawan juga membangun tempat ibadah berupa masjid dadakan yang dibangun dari tenda dan terpal.
Suasana masyarakat yang terdampak begitu mengharukan. Wajah-wajah lelah mulai berbinar saat tim relawan tiba. “Kami sangat terbantu dengan aksi ini,” ujar salah seorang warga pengungsi, Ibu Siti, sambil memeluk erat paket bantuan. “Saat ini kami belum bisa benar-benar pulih dari bencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Abu vulkanik masih menyelimuti desa, sawah rusak, dan kami bergantung pada bantuan untuk makan sehari-hari. Aksi Pramuka ini seperti angin segar, membuat kami merasa tidak sendiri.”

Letusan Semeru kali ini, yang terjadi akhir November 2025, telah memaksa lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Dusun Sumberlangsep, yang berada di jalur aliran awan panas, menjadi salah satu yang paling parah terdampak. Masyarakat setempat kesulitan mengakses bantuan karena medan sulit dan cuaca buruk, sehingga inisiatif dari organisasi seperti Pramuka Peduli menjadi penyelamat.
Mujahid Farhan, selaku Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Bojonegoro, menyampaikan pesan penuh haru saat meninjau lokasi. “Kegiatan ini bisa berjalan berkat kontribusi yang luar biasa atas kepeduliannya melalui bumbung kemanusiaan yang dilakukan oleh Pramuka Peduli Kwarcab Bojonegoro,” ujarnya dengan suara tegas namun hangat. “Ini bentuk solidaritas seluruh Pramuka Bojonegoro karena ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh korban letusan Semeru. Semoga dengan adanya tindakan yang dilakukan oleh tim yang bertugas ini benar-benar dapat memberikan manfaat, setidaknya mengurangi bebannya selama proses pemulihan ini.”
Farhan menambahkan bahwa penggalangan dana melalui “bumbung kemanusiaan” telah mengumpulkan donasi dari seluruh anggota Pramuka Bojonegoro. “Pramuka bukan hanya tentang kemah dan tanda-tanda penghargaan saja, tapi tentang siap sedia membantu sesama di saat sulit,” tegasnya.

Aksi memiliki misi khusus untuk membantu masyarakat agar dapat bertahan hidup untuk sementara waktu sampai mereka dapat beraktivitas normal seperti biasanya dan beribadah meskipun masih menggunakan masjid dadakan. Di tengah keterbatasan, relawan memastikan warga bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk, termasuk menyediakan sajadah, Al-Qur’an, dan menyalakan darurat untuk shalat berjamaah malam hari.
Aksi Bhakti Bencana Erupsi Semeru ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anggotsa Pramuka Bojonegoro, untuk selalu peka terhadap lingkungan sekitar. Dengan demikian, solidaritas lintas daerah terus terjadi, membuktikan bahwa bencana bisa diatasi bersama.
Penulis : Nico Oktavian

