Bojonegoro – Kamis (26/10/2017) lalu, dua regu pramuka SMP
Negeri 1 Ngambon menjejakkan kaki di Ponpes Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor
Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto di kaki gunung Penanggungan dan gunung
Welirang untuk mengikuti ISC (Islamic Scout Competition) selama empat hari, yaitu pada hari Kamis, Jumat, Sabtu dan
Minggu (26-29/10/2017).
Negeri 1 Ngambon menjejakkan kaki di Ponpes Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor
Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto di kaki gunung Penanggungan dan gunung
Welirang untuk mengikuti ISC (Islamic Scout Competition) selama empat hari, yaitu pada hari Kamis, Jumat, Sabtu dan
Minggu (26-29/10/2017).
Dua regu pramuka SMP Negeri 1 Ngambon yang
mengikuti ISC ( Islamic Scout Competition ) ini merupakan perwakilan dari
Kabupaten Bojonegoro yang mana bisa mengikuti lomba ini karena mendapat
undangan lewat kantor pos. Dua regu tersebut terdiri dari, satu regu putra (pa)
dan satu regu putri (pi). Lomba yang diselenggarakan oleh Dewan Ambalan
Pattimura dan RA. Kartini Gerakan Pramuka SMA Unggulan berbasis Pesantren
Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.
Lomba yang dilaksanakan selama empat hari itu
diguyur hujan terus menurus dari sore hingga malam. Hingga semua tenda
kebanjiran dan enggan untuk ditempati. Pakaian pramuka pun sudah tak seperti
pakaian pramuka sediakala karena betapa kotornya. Namun hal tersebut tak
menjadi penghalang semangat bagi mereka semua justru malah menumbuhkan semangat
yang luar biasa. Matahari pun engan untuk menampakkan diri dari pagi hingga
menjelang sore. Tenda-tenda yang sedianya ditempati untuk bermalam becek oleh
air hujan yang menggenang. Tenda darurat dari terpal berdiri dan ditali di
antara pohon-pohon mangga. Lomba kali ini memang lebih berat dari tahun
kemarin.
diguyur hujan terus menurus dari sore hingga malam. Hingga semua tenda
kebanjiran dan enggan untuk ditempati. Pakaian pramuka pun sudah tak seperti
pakaian pramuka sediakala karena betapa kotornya. Namun hal tersebut tak
menjadi penghalang semangat bagi mereka semua justru malah menumbuhkan semangat
yang luar biasa. Matahari pun engan untuk menampakkan diri dari pagi hingga
menjelang sore. Tenda-tenda yang sedianya ditempati untuk bermalam becek oleh
air hujan yang menggenang. Tenda darurat dari terpal berdiri dan ditali di
antara pohon-pohon mangga. Lomba kali ini memang lebih berat dari tahun
kemarin.
Namun, berkat latihan yang berbulan bulan, kerja
keras, pantang menyerah dari dua regu, putra maupun putri, palatih, dan
pembina, berbagai prestasi dapat kita bawa pulang untuk mengharumkan sekolah
kami tercinta SMP Negeri I Ngambon. Alhamdulillah mendapat juara 3 rapi bersih
tenda putra, juara 2 semaphore putri, juara 2 sandi putri, juara 3 cerdas
cermat pramuka putrid an juara 3 scout gear putri. Karena kita yakin usaha tak
akan pernah menghianati hasil. Kami berharap semoga pramuka SMP Negeri I
Ngambon semakin sukses dan berprestsi kedepannya. Semoga artikel ini bermanfaat
bias menjadi motivasi bagi kakak-kakak sekalian. Selamat membaca……!!! ( Charisma Khoirun Nisa’ /
Ngambon )
keras, pantang menyerah dari dua regu, putra maupun putri, palatih, dan
pembina, berbagai prestasi dapat kita bawa pulang untuk mengharumkan sekolah
kami tercinta SMP Negeri I Ngambon. Alhamdulillah mendapat juara 3 rapi bersih
tenda putra, juara 2 semaphore putri, juara 2 sandi putri, juara 3 cerdas
cermat pramuka putrid an juara 3 scout gear putri. Karena kita yakin usaha tak
akan pernah menghianati hasil. Kami berharap semoga pramuka SMP Negeri I
Ngambon semakin sukses dan berprestsi kedepannya. Semoga artikel ini bermanfaat
bias menjadi motivasi bagi kakak-kakak sekalian. Selamat membaca……!!! ( Charisma Khoirun Nisa’ /
Ngambon )