Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bojonegoro berkolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro dalam giat “Lokakarya Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026” sebagai upaya memperkuat kapasitas relawan dan anggota Pramuka dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Bojonegoro. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Minggu (26/4/2026).
Lokakarya tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro Heru Wicaksi, S.STP, M.M selaku Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup Kwarcab Bojonegoro, Bangun Setiyawan Nugroho, M.Pd selaku Sekretaris Kwarcab Bojonegoro, Mujahid Farhan, S.Kom.I, M.Pd selaku Ketua Pramuka Peduli/Brigade Penolong 13.22, Nico Oktavian, S.Pd selaku Andalan Cabang urusan Teknologi dan Informasi, segenap pengurus Kwarcab, pengurus Kwarran se-Bojonegoro serta anggota Brigade Penolong 13.22.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro Heru Wicaksi, S.STP, MM selaku Wakil Ketua bidang urusan Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari pengabdian Pramuka kepada masyarakat. Dalam pemaparannya menjelaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai elemen melalui konsep Pentahelix, yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Sinergi ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pencegahan, penanganan, hingga pemulihan pascabencana.

“Kakak-kakak semuanya yang hadir, perlu diketahui bahwasanya penanggulangan bencana itu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen yang kami sebut Pentahelix, yakni melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media. Mengapa demikian ? Karena hal tersebut menjadi hal yang penting untuk meningkatkan efektivitas pencegahan, penanganan hingga pemulihan pascabencana.” Paparnya
Selain itu, Mujahid Farhan, S.Kom.I, M.Pd selaku Ketua Pramuka Peduli/Brigade Penolong 13.22 menyampaikan materi terkait peran Pramuka Peduli sebagai wadah aksi nyata dalam kegiatan kemanusiaan, seperti evakuasi korban, pendirian posko bantuan, serta edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
“Sesuai dengan SK Kwartir Nasional No. 230 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pramuka Peduli dan SK Kwarnas No. 248 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana dijelaskan bagaimana peran Pramuka Peduli sebagai wadah aksi nyata dalam kegiatan kemanusiaan, seperti evakuasi korban, pendirian posko bantuan, serta edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.” Ungkapnya
Diskusi interaktif yang di moderator Nico Oktavian, S.Pd selaku Andalan Cabang urusan Teknologi dan Informasi juga turut mewarnai jalannya kegiatan, di mana peserta aktif berbagi pengalaman dan praktik baik di lapangan. Melalui lokakarya ini, diharapkan seluruh peserta mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam kesiapsiagaan bencana, serta memperkuat koordinasi lintas sektor di Kabupaten Bojonegoro. Kwarcab Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan BPBD dan berbagai pihak dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Penulis : Durrotun Nafisah

